Between Government, the People, and Democracy

30 01 2010

Seperti yang kita ketahui, akhir – akhir ini kita sering mendengar istilah : “Aksi 100 Hari Pemerintahan SBY”. Dimana pada gerakan tersebut mereka menyebutkan bahwa intinya adalah SBY telah gagal menjadi seorang presiden dalam membenahi negara ini. Tidak hanya aksi tersebut, masih banyak aksi demo lainnya yang menyatakan mereka tidak setuju atas keputusan presiden, dan menganggap presiden SBY tidak becus dalam membenahi negara ini. Bahkan tak jarang pula, para pen demo yang mencaci, mengancam, merusak bangunan (melempari bangunan yang di demo), dan membakar foto presiden SBY dan wakilnya di tengah jalan raya, yang berujung kepada kemacetan.

Kita sebagai rakyat tentunya mempunyai sebuah impian, yaitu Indonesia yang menjadi salah satu negara yang dikategorikan maju. Untuk mencapai cita – cita tersebut tidaklah mudah. Diperlukan kinerja yang sinergis antara pemerintah pusat, daerah, beserta rakyatnya. Pemerintah harus pintar – pintar dalam mengelola Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Jika kinerja pemerintah kurang baik dalam mengelola SDA dan SDM, maka akan sangat sulit bagi negara ini untuk mencapai kategori maju. Tetapi, semua itu  kembali lagi kepada kita sebagi rakyatnya. Karena sebenarnya, pemerintah itu hanyalah pengatur strategi negeri ini, sedangkan rakyat adalah tombak utama negeri ini. Yang dapat merubah nasib negara ini hanya rakyatnya, dan bukan pemerintahnya. Dan itulah tujuan dari postingan saya kali ini, untuk menyadarkan kita semua bahwa NASIB SEBUAH NEGARA INI BERADA PADA RAKYATNYA ITU SENDIRI.

Tetapi, yang menjadi pertanyaannya sekarang, adalah : “Apakah Kita Sudah Menjadi Rakyat yang Baik ?” dan tentu saja jawabannya belum !! Seperti salah satu contoh yang telah saya sebutkan di paragraf pertama, tentang rakyat yang menuduh pemerintahnya tidak becus dalam mengatur negara, dan bahkan mereka sampai berbuat anarki yang merugikan banyak pihak. Tidakkah kita berpikir, bahwa tindakan berdemo dengan anarki itu tidak akan merubah keadaan? dan bahkan memperburuk keadaan…… ? untuk itulah saya mengajak para pembaca untuk berpikir dewasa, dimana kita tidak bisa menyalahkan orang lain atas kerugian yang diderita negara ini, tetapi kerugian negara ini juga merupakan kesalah kita juga, karena kita juga bagian dari negeri ini.

to be continue……

Advertisements